Sabtu, 31 Oktober 2009

Senin, 28 September 2009

Pengumuman baru 10 tahun PSIK





Ralat no rekening untuk pembayaran, baik untuk temu alumni, the winner ataupun simposium ( acara 10 th PSIK Brawijaya )
No yang lama adalah : 1440-00-0972861-6
No yang baru adalah : 144-00-0972861-6
Pendftarn atas nama indres pradika wijaya
Di rek.bank mandiri kantor cabng malang
Terima kasih
* atas nama panitia

Pengumuman baru Temu alumni

Senin, 17 Agustus 2009

GOLKAN RUU sekarang juga!!!!!!!!!!!!!!!
teman-tmanQ sejawat dan seprofesi ada Info terpenting. teman@ Qt sekarang tagl 18 Agustus sedabg aksi Damai demi menegakkan keadilan. Mereka melaksanakan aksi damai yang diikuti oleh seluruh institusi kepearawatn se indonesia atas nama (Ikatan Lembaga Mahasiswa keperawatan Indonesia)ILMKI...

Jumat, 14 Agustus 2009

Kamis, 30 Juli 2009

Announcement..!!!!!!

Announcement

Akan segera hadir
Rangkaian acara menyambut 10 thn PSIK
17-18 oktober 2009
Sabtu : - The winner ( seminar dan workshop )
Pagi sampai sore hari
-Temu alumni
Malam hari
Minggu : - Simposium ( seminar )
Pagi sampai sore

Pemberitahuan selengkapnya menyusul....

Temu alumni

Tujuan
1. Mempererat tali silaturahmi dan keakraban, baik diantara mahasiswa JIK dengan alumni atau antara alumni sendiri.
2. Meningkatkan komunikasi dan kerjasama, baik diantara mahasiswa JIK dengan alumni atau antara alumni sendiri.
3. Memfasilitasi mahasiswa JIK untuk memperoleh informasi profesi dari alumni dan sebaliknya.
4. Meningkatkan motivasi danj prestasi baik di bidang akademik ataupun kemahasiswaan mahasiswa JIK.

Tema Kegiatan
“Persaudaraan sebagai langkah awal menuju profesionalitas”

Pelaksanaan
Waktu Kegiatan
Sabtu, 17 Oktober 2009
Tempat Kegiatan
GPP FKUB lt.6

Acara Utama
- Silaturahmi baik sesama alumni ataupun dengan mahasiswa
- Pembentukan Pengurus alumni
- Pembentukan Link mahasiswa-Alumni

Sangat diharapkan bagi para alumni untuk datang dan turut membangun PSIK supaya lebih maju ke depan...
"Orang yang arif adalah orang yang tidak lupa akan asal-usulnya"
Bapak zuber safawi diundang oleh psik fk undip dalam rangka sharing terkait perkembangan ruu keperawatan yang sekarang sudah masuk agenda prolegnas dan masih masa penggodokan di baleg. ”wah, kebetulan sekali saya diundang oleh psik fk undip, sekarang saya sedang masa reses, jadi waktunya mencari inspirasi dan menampung segala aspirasi dari seluruh masyarakat indonesia, aspirasi itu akan disampaikan kepada pemerintah dan dpr ri.” ungkap beliau. ini sekilas boidata diri bapak zuber safawi (kawan-kawan bisa menyampaikan aspirasi kepada bapak zuber melalui email/weblog) :
nama : zuber safawi, shi
jabatan : anggota dpr ri periode 2004-2009
kantor : gedung dpr/mpr ri, nusantara i lantai iv-jalan gatot subroto jakarta 10270
email : zubersafawi@yahoo.com
weblog : zubersafawi.blogspot.com
rundown acara diskusi publik adalah penyampaian materi dan diskusi. resume dari materi ”urgensi percepatan ruu keperawatan” yang disampaikan bapak zuber adalah sebagai berikut :
1. kondisi riil (berdasarkan audiensi ppni pusat dan wilayah saat aksi nasional 12 mei 2008 - 8 juni 2009 dan berbagai proses loby dan negosiasi)
a. tidak ada kepastian hukum bagi profesi keperawatan
b. hilangnya peluang untuk bersaing dengan perawat asing karena tidak adanya sertifikat yang diakui internasional
c. perbandingan perawat dan pasien tidak seimbang sehingga sangat susah untuk memberikan pelayanan prima

2. mengapa perawat memerlukan uu keperawatan ?
a. 60 % tenaga kesehatan adalah perawat, jumlah perawat 500.000
b. 1 januari 2010 AFTA
c. PERAWAT KONTAK LANGSUNG DENGAN PASIEN, BERISIKO DENGAN HUKUM. MEMBUTUHKAN LEMBAGA YANG TERSERTIFIKASI (COUNCIL KEPERAWATAN)
d. standart kompetensi perawat à internasional
e. PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN DENGAN MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN YANG BERKUALITAS

3. PROBLEM RUU KEPERAWATAN
a. KETERLAMBATAN STAKEHOLDER KESEHATAN MEWACANAKAN PEMBENTUKAN UU KEPEAWATAN (BARU AKSI 12 MEI 2008)
b. KESIBUKAN DI DPR RI KHUSUSNYA BIDANG LEGISLATIF UNTUK SEKTOR KESEHATAN YANG HARUS DISELESAIKAN DALAM WAKTU SINGKAT (RUU KESEHATAN, RUU RS, RUU KEPENDUDUKAN, RUU NARKOTIKA)
c. LEMAHNYA ISSUE YANG DISUARAKAN OLEH STAKEHOLDER KESEHATAN

4. PELUANG
a. RUU KEPERAWATAN MASUK DALAM PROLEGNAS 2009
b. RUU KEPERAWATAN SEBAGAI INISIATIF DPR RI SEHINGGA PROSEDURNYA LEBIH CEPAT DAN RINGKAS
c. KESADARAN STAKEHOLDER UTAMANYA CUKUP TINGGI
d. MEWACANAKAN DAN MENDORONG OPINI PUBLIK AGAR MEMBERIKAN TEKANAN KE BERBAGAI PIHAK YANG BERWENANG DAN PEMBENTUKAN UU KEPERAWATAN
KAWAN, ITULAH GAMBARAN TENTANG RUU KEPERAWATAN, MULAI DARI PERTAMA KALI DI GULIRKAN ISSUENYA PADA TANGGAL 12 MEI 2008 SAMPAI SAAT INI YANG BOLEH DIBILANG TERKESAN LAMBAT PROSESNYA. POSISI RUU KEPERAWATAN YANG SEKARANG MASIH DI BALEG BISA MENJADI PRIORITAS UNTUK DISAHKAN DALAM WAKTU 2 BULAN JIKA PRESSURE YANG KUAT DARI BERBAGAI PIHAK (PPNI, PERAWAT, MAHASISWA, DAN SELURUH STAKEHOLDER TERKAIT) KEPADA PIMPINAN DPR RI DAN SELURUH FRAKSI. PRESSURE INI BISA KITA LAKUKAN DALAM BENTUK DONGKRAK OPINI PUBLIK, LOBY, DAN AKSI BESAR-BESARAN.
LEMAHNYA PERGERAKAN STAKEHOLDER TERKAIT, EKSPOSE ISSUE KE MEDIA YANG LEMAH DAN TIDAK ADANYA PERAWAT YANG MENJADI ANGGOTA DPR RI YANG MEMPERLAMBAT PENGESAHAN RUU KEPERAWATAN.
BERAPA % RUU KEPERAWATAN DISAHKAN TAHUN INI ? JAWAB BAPAK ZUBER : ”PELUANG ITU MASIH ADA DAN TAHUN BISA UNTUK DISAHKAN ASALKAN BERBAGAI CARA DILAKUKAN, MULAI DARI LOBY, DONGKRAK OPINI PUBLIK, DAN AKSI MASSA SECARA SIMULTAN SAMPAI UU KEPERAWATAN BISA TEREALISASI UNTUK DISAHKAN”.
RUU KEPERAWATAN HARUS DISAHKAN TAHUN INI JUGA KARENA JIKA TIDAK DISAHKAN MAKA PERJUANGAN KITA AKAN DIMULAI DARI NOL LAGI, RUU KEPERAWATAN AKAN MENJADI PROLEGNAS BARU DAN MENGULANG TAHAP FASE PENGAJUAN DAN PERJALANAN DARI AWAL LAGI.
bapak zuber menyampaikan cara paling efektif adalah
a. KUNCI UTAMA UU KEPERAWATAN BISA DISAHKAN ADALAH PADA ANGGOTA DPR RI, KESADARAN ANGGOTA DPR RI TENTANG URGENSI UU KEPERAWATAN PERLU DITUMBUHKAN SEHINGGA MENJADI KESADARAN KOLEKTIF SELURUH ANGGOTA DPR RI, PENDEKATAN DAN LOBY KEPADA PIMPINAN DPR RI DAN SELURUH ANGGOTA FRAKSI AGAR TERBENTUK FUNGSI REPRESENTATIF DARI SELURUH ANGGOTA FRAKSI (SELURUH ANGGOTA FRAKSI ANGGOTA DPR RI YANG BERJUMLAH 45 ORANG SEPAKAT RUU KEPERAWATAN DISAHKAN), JIKA HAL INI BISA TERLAKSANA MAKA RUU KEPERAWATAN AKAN DENGAN MUDAH DISAHKAN. TIDAK HANYA LOBY SAJA, AKSI BESAR-BESARAN UNTUK MENDONGKRAK OPINI PUBLIK SANGAT DIPERLUKAN BAIK DI TINGKAT WILAYAH DAN NASIONAL (PPNI, PERAWAT, MAHASISWA DAN STAKEHOLDER TERKAIT) DENGAN BEGITU RUU YANG SEKARANG POSISINYA MASIH DI BALEG BISA DENGAN MUDAH MASUK KE PIMPINAN DPR DAN MENDAPAT PERSETUJUAN SEMUA FRAKSI, DAN PROSES SETERUSNYA BISA BERLAJALAN LANCAR SAMPAI UU KEPERAWATAN BISA DISAHKAN.
b. PROSES LOBY DI TINGKAT WILAYAH MELALUI AUDIENSI KE DPRD TINGKAT PROPINSI JUGA HARUS DIBARENGI DENGAN AKSI TURUN KE JALAN, KARENA JIKA HANYA AUDIENSI SAJA MAKA DIKHAWATIRKAN HASIL DARI FORM DUKUNGAN DARI DPRD TINGKAT PROPINSI TIDAK DIKIRIM KE DPR RI, INTINYA AYO KAWAN BERBAGAI CARA KITA TEMPUH DENGAN PERGERAKAN YANG DINAMIS DAN BERKELANJUTAN,AJEG,CONTINUE SAMPAI UU KEPERAWATAN DISAHKAN.
c. AKSI MASSA TURUN KE JALAN SANGAT PERLU DILAKUKAN GUNA PENGUATAN DARI PROSES LOBY DAN BISA MENDONGKRAK OPINI PUBLIK, AKSI MASSA SEBAIKNYA DILAKUKAN SETELAH MASA RESES DPR RI (SETELAH TANGGAL 14 AGUSTUS), TEPAT SAAT SIDANG PARIPURNA, SIDANG PARIPURNA DILAKUKAN SETIAP HARI SELASA DAN JIKA MEMANG PERLU DILAKSANAKAN SIDANG PARIPURNA ISTIMEWA AKAN DILAKUKAN SECARA TERUS MENERUS DALAM WAKTU 1 MINGGU. (KAWAN...JADI STRATEGI PERGERAKAN YANG AKAN KITA LAKSANAKAN TANGGAL 18 AGUSTUS 2009, TIDAK ADA MASALAH DAN SANGAT BERPERAN UNTUK AKSELERASI RUU KEPERAWATAN SEGERA DISAHKAN, FIGHTING !!!!)
d. TANGGAL 3 AGUSTUS 09 AKAN ADA RAPAT PENGESAHAN ANGGOTA BARU DPR RI 09-14, SELURUH ANGGOTA DPR RI 04-09 AKAN DI UNDANG, USUL DARI BAPAK ZUBER : SELURUH STAKEHOLDER TERKAIT (PERAWAT, MAHASISWA, PPNI, DSB) MENGIRIMKAN SURAT KEPADA 45 ANGGOTA DPR RI 04-09 (1 ANGGOTA DEWAN 1 SURAT) YANG ISINYA PERCEPATAN PENGESAHAN RUU KEPERAWATAN, DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA YANG MENGGAMBARKAN CIRI KHAS PERAWAT AGAR ANGGOTA DPR RI 04-09 TERGUGAH HATINYA UNTUK SEPAKAT RUU KEPERAWATAN DISAHKAN. USUL KONKRET DARI DYAH: INSTRUKSIKAN KEPADA SELURUH WILAYAH UNTUK MEMBUAT SURAT, KIRIM VIA EMAIL KE TEMAN2 JAKARTA, DIPRINT OUT, DIKIRIM LANGSUNG KEPADA ANGOOTA DPR RI MELALUI SALAH SATU ANGGOTA DPR YANG DIKENAL )
e. TENTANG MRA, JIKA RUU KEPERAWATAN BELUM TEREALISASI, MAKA ADA KEBIJAKAN DARI PEMERINTAH DAN SEKARANG MASIH AKAN DIBICARAKAN.

Senin, 06 Juli 2009

PEMILU

Dont Forget !!!!

Jangan lupa tanggal 8 juli 2009...
Tentukanlah pilihanmu untuk memimpin bangsa bangsa ini 5 tahun kedepan..
Gunakanlah hak pilihmu dengan akal sehat dan bijaksana...
Suaramu untuk negeri ini, jangan golput!!!

Hidup Perawat

Sabtu, 04 Juli 2009

AKSI MOGOK NASIONAL PERAWAT INDONESIA

Jakarta, 22 Juni 2009.

Rapat Kerja Nasional Luar Biasa (RAKERNASLUB) PPNI dilaksanakan untuk menyikapi kondisi yang mendesak dan genting mengenai pengesahan RUU Keperawatan Indonesia. Hasil keputusan RAKERNASLUB adalah sebagai berikut:

1. Apresiasi terhadap DPR RI yang telah merespon tuntutan PPNI sehingga aksi mogok nasional belum dilaksanakan.
2. Aksi mogok nasional akan dilakukan apabila :
1. Sampai dengan tanggal 4 Juli 2009 tidak dilakukan pembahasan RUU Keperawatan.
2. Undang Undang Keperawatan tidak disyahkan pada periode DPR RI 2004-2009.
3. Pelaksanaan mogok nasional ditentukan oleh Pengurus Pusat PPNI
3. Perawat yang tidak mengikuti aksi mogok, akan diberikan sangsi organisasi.
4. Aksi mogok nasional akan mengikuti aturan PP PPNI dan Internasional Council of Nurses dan mengikat semua perawat yang melakukan aksi mogok nasional.
5. Pengurus Propinsi PPNI siap menyuarakan rancana mogok nasional
6. Pengurus Pusat wajib mengirim surat kepada Presiden RI ditembuskan kepada Ketua DPR, MPR, Menkes, Ka POLRI, Gubernur seluruh Indonesia, PERSI, ARSADA, YLKI, ICN, dan stakeholder lainnya.

PPNI terpaksa melakukan mogok nasional sebagai jalan terakhir yang kami tempuh. Untuk itu, kami perawat Indonesia meminta maaf kepada masyarakat Indonesia yang memerlukan jasa perawatan akan tidak bisa kami penuhi seperti biasanya pada periode mogok yang kami rencanakan.

Ketua Gerakan Sukseskan UU Keperawawatan
PP PPNI
Harif Fadilah, SKp, SH (Hp 08161435752)


Pengurus Pusat
Persatuan Perawat Nasional Indonesia
Ketua Umum, Sekretaris Jenderal,


Prof. Achir Yani S. Hamid, MN, DNSc. Dra. Junarsih Sudibjo

HARI KEBANGKITAN PERAWAT INDONESIA

Jakarta, Senin 11 Mei 2009 . Tanggal 12 Mei 2009, ditetapkan sebagai hari Kebangkitan PERAWAT INDONESIA setelah tepat satu tahun memperjuangkan Undang-Undang Keperawatan yang selama ini terkesan tidak diperhatikan. Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia ( PP PPNI ) bersama Seluruh Pengurus di 33 provinsi, 392 Kab/kota dan lebih dari 2000 komisariat (tempat kerja) di seluruh Indonesia mulai hari ini 12 Mei 2009 mengadakan serangkaian kegiatan memperingati HARI KEBANGKITAN PERAWAT INDONESIA. Hari Kebangkitan Perawat Indonesia juga menjadi momentum perawat Indonesia untuk mengingatkan kembali pada semua pihak akan pentingnya UU Keperawatan segera hadir di Indonesia dan membangun citra perawat lebih baik lagi di masyarakat melalui upaya perlindungan bagi masyarakat serta menghimpun semua potensi perawat Indonesia untuk besama-sama memperjuangkan Profesi Perawat.


Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI ) yang berdiri 17 Maret 1974, merupakan satu-satunya wadah profesi perawat di Indonesia dengan anggota lebih dari 500.000 perawat. PPNI memiliki 10 badan kelengkapan berupa Himpunan dan Ikatan perawat yang didalamnya merupakan komunitas profesional perawat sesuai dengan karakteristik dan keahlian serta keilmuannya. Dalam kiprahnya PPNI tetap konsisten berusaha mewujudkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia yang optimal.

Perawat sudah banyak berperan dalam pembangunan Kesehatan di Indonesia, namun peran perawat tersebut tidak pernah diperhatikan apalagi dihargai secara khusus sebagai bagian dari upaya nasional, perawat sangat dibutuhkan selagi ada masalah dalam pelayanan kesehatan tetapi sering ditinggalkan dalam penetapan kebijakan kesehatan baik local maupun nasional, perlindungan terhadap perawat yang melakukan pelayanan sangatlah lemah yang berarti juga lemahnya perlindungan pada masyarakat yang mendapat pelayanan perawat.

Tak terbantahkan dengan kedekatannya dengan masyarakat perawat telah melayani masyarakat sampai pada kondisi dan daerah yang paling perifer dengan segala keterbatasan namun pelayanan kesehatan tetap harus dilakukan, disisi lain perawat sering dianggap dan dituduh melanggar hukum dan tidak sedikit yang diciduk bahkan ditangkap. Perlakuan tidak adil terhadap perawat harus dihentikan agar perawat Indonesia dapat berkontribusi lebih banyak lagi untuk melayani masyarakat dengan tettap terjamin perlindungan dan kesejahteraannya.

Di kancah Internasional secara Individu Perawat Indonesia telah berupaya berkompetisi dengan perawat-perawat negara lain namun belum cukup mewakili bangsa kita untuk dapat disetarakan perkembangan profesi perawat dengan Negara lain karena sistem Keperawatan di Indonesia belum kokoh dan sistem kita tidak diakui oleh Negara lain karena tidak adanya UU Keperawatan yang menjamin adanya Konsil Keperawatan Indonesia sebagai Badan Autoregulatory .

Jawaban dari berbagai permasalahan diatas adalah disegerakannya pengesahan UU Keperawatan yang mengatur Sistem Keperawatan di Indonesia agar masyarakat dan perawat dilindungi serta adanya jaminan kesejahteraan dan kondusifitas dalam praktik.
Untuk itu pada hari kebangkitan Perawat Indonesia kali ini adalah momentum untuk menjaga semangat perjuangan seluruh perawat dan komponen keperawatan Indonesia untuk menyatukan hati dan langkah untuk mendorong DPR dan Pemerintah untuk memperhatikan Profesi Perawat yang telah lama termarginalkan agar mempunyai Undang-Undang Keperawatan di tahun 2009 yang saat ini telah berproses di DPR RI.

PPNI melalui Gerakan Nasional 12 Mei 2008 tahun lalu mendorong agar RUU Kep dapat diundangkan paling lambat tahun 2009 melalui inisiatif DPR RI. Proses RUU Keperawatan menjadi UU Keperawatan telah disepakati DPR untuk menjadi RUU Inisiatif DPR melalui Sidang Paripurna DPR RI tanggal 16 Desember 2008 telah diputuskan RUU Keperawatan masuk dalam Prolegnas tahun 2009 urutan ke 26 yang harus diundangkan di tahun 2009.

Jika tahun 2009 RUU tidak juga diundangkan, maka masyarakat dan perawat akan makin kesulitan untuk mendapatkan kepastian dan perlindungan hukum pelayanan kesehatannya. Disamping itu pada tanggal 1 Januari 2010 Mutual Recognition Arrange (MRA) perawat-perawat asing akan bebas masuk ke Indonesia. Sementara Indonesia sebagai tuan rumah belum memiliki pengaturan penapisan yang dapat melindungi masyarakat dan perawat Indonesia dan diakui, dan hal ini menjadikan Keperawtan di Indonesia jauh tertinggal dari Negara lainnya.

Disamping itu secara Internal PPNI berusaha membangun kebersamaan dalam pemahaman dan keoentingan terhadap adanya UU keperawatan dalam berbagai kegiatan, salah satu yang strategis adalah dengan mengembangkan media komunikasi Perawat dan masyarakat dalam bentuk Tabloid Ners yang akan terus mengkawal proses percepatan RUU keperawatan segera di undangkan.


Kontak Person :

Masfuri, SKp.MN
Ketua Panitia Hari Kebangkitan Perawat Indonesia 12 Mei 2009
Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia
HP. 081318965892.

Senin, 08 Juni 2009

RUU di Delay???Kok Bisa

Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) AchirYani mengancam bila dalam dua pekan ke depan DPR khususnya Komisi IX tidak juga mempercepat pembahasan RUU Keperawatan, akan melakukan aksi mogok kerja.
Pembahasan rancangan undang-undang, termasuk RUU Keperawatan, ditenggat hingga 1 Oktober untuk segera disahkan. Namun, hari ini ratusan perawat aksi turun ke jalan menuntut segera disahkannya RUU Keperawatan menjadi Undang-Undang.
Tiga PPNI dari Kabupaten Garut, Bogor, dan Sukabumi termasuk yang paling semangat mendesak agar RUU Keperawatan segera disahkan. Walau sudah dicetuskan tahun 1989, tapi sampai sekarang RUU Keperawatan juga belum kunjung disahkan. Padahal, RUU ini hendak melindungi masyarakat melalui profesionalitas para perawat. Juga untuk melindungi perawat dari konflik kepentingan yang bisa berujung kriminalisasi terhadap perawat.
Jumpa pers itu untuk menyambut Hari Perawat Dunia sekaligus pencanangan Hari Kebangkitan Perawat Indonesia esok hari Seputar RUU Keperawatan, Achir menuturkan bahwa tahun 2005 RUU sudah diterima DPR. Tetapi sampai tahun 2007, RUU tersebut belum juga dikerjakan. Melihat tidak seriusnya para legislator, maka PPNI melalui Gerakan Nasional 12 Mei 2008 mendorong RUU ini diundangkan paling lambat 2009. Akhirnya, melalui keputusan tanggal 16 Desember 2008 RUU Keperawatan masuk dalam Proglegnas tahun 2009 urutan ke-26
Lebih lanjut, ia menjelaskan situasi konkret yang kerap terjadi antara masyarakat atau pasien dengan perawat. Di saat tertentu, ada pasien yang hendak diperiksa tetapi tidak ada dokter, yang ada hanya perawat. Dalam situasi dilematis ini, jika perawat menolak memeriksa maka ia akan "diadili" oleh pasien atau masyarakat. Tapi jika perawat memeriksa, maka ia akan dikenai sanksi hukum. Hal ini terjadi karena kita belum ada UU Keperawatandan yang ada hanya Kepmenkes yang notabenenya kalah dengan UU Kedokteran.
Sekian lama Rancangan Undang-Undang Keperawatan dibahas, hingga menjelang akhir masa jabatan anggota DPR belum juga RUU ini masuk ke Badan Legislatif (Baleg). Anggota Komisi IX DPR Achmad Affandi mengakui RUU Keperawatan belum masuk ke dalam Program Legislasi Nasional sehingga RUU ini belum juga disahkan menjadi undang-undang karena belum dibahas dalam Badan Legislatif.

Kamis, 28 Mei 2009

Minggu, 24 Mei 2009

Galang Dana......HIMKA Need some Money

Money.....It's very complicated...kenapa uang dari fakultas sulit sekali turunnya..what's the matter???
Hampir kegiatan- kegiatan kita biayai sendiri...Ketua binggung ni cara manajemen keuangan HIMKA..What I must to do...Akhirnya setelah dapat wangsit kayaknnya ada ide nich...Jadi temen-temen yag mau ngadakan kegiatan setidaknya ada rapat koordinasi antara Kahim, Bendum ma kapel serta bend kegiatan, Kita galang dana tiap 2 minggu sekali, dan minta partisipasi temen-temen anggota dalam meminta sumbangan...Mungkin ada ide lain dari temen-temen??????HIMKA need ur comment, ur suggestion

Kamis, 14 Mei 2009

STARONE

Keperawatan merupakan sebuah bagian ilmu yang utuh, sebagai salah satu bentuk pelayanan professional, yang berfokus terhadap kebutuhan manusia secara holistic dan tidak hanya terfokus dalam satu keadaan. Dewasa ini, peningkatan kompetensi dan skill yang dimiliki perawat baik teoritis maupun aplikatif sangat diperlukan dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan dengan asuhan keperawatan yang diberikan atau peningkatan kesehatan dan keamanan, yang diberikan oleh seluruh komponen masyarakat.
Secara factual, tindakan kritis yang dimiliki oleh kompetensi perawat tidak hanya bersumber dari kuliyah para dosen dengan berbagai macam teorinya tetapi lebih menekankan pada keseimbangan dengan pengalaman praktik yang diperoleh oleh mahasiswa keperawatan.
Steriotip masyarakat yang mengganggap bahwa mahasiswa keperawatan yang berbasis strata 1, hanya kaya akan teori- teori sistematis yang mencetak calon ners yang tidak siap pakai terhadap tindakan professional yang dibutuhkan masyarakat luas.
Adanya fenomena demikian, mahasiswa keperawatan brawijaya dalam kelembagaanya HIMKAJAYA, membuat srategi cerdas untuk mengubah anggapan yang dangkal itu. Dept. PSDM sebagai departemen yang menaungi pengembangan sumber daya manusia di lingkup keperawatan FKUB, beranalisis untuk memberikan bentuk riel bagaimana agar mahasiswa keperawatan S1 tidak hanya kaya akan kemampuan teori tapi juga kaya akan kemampuan secara aplikatif. Sehingga dibentuk langkah sederhana dengan melaksanakan kegiatan ketrampilan praktik klinis yakni THE STUDY APPLICATION AND TRAINING OF NURSING EDUCATION se-keperawatan Universitas Brawijaya.
Keadaan emergency masih menjadi topic utama dalam penanganan tindakan pertama khususnya oleh professional keperawatan. Survey membuktikan, bahwa kematian utama di Indonesia, disebabkan oleh cedera yang tidak mendapatkan penanganan yang professional oleh tenaga kesehatan baik dalam hal kualitas ataupun kuantitas. Dan juga factor alam dan kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap tindakan pertolongan pertama, perlu mendapatkan perhatian khusus untuk meningkatkan resiko cedera yang lebih kompleks demi pemeliharaan status kesehatan masyarakat.
Dalam kegiatan THE STAR ONE ini tema yang diambil adalah Triage Disaster dan Basic Trauma life Support (BTCLS).
Arti Trauma, merupakan istilah medis yang digunakan untuk injury dan menjadi masalah kesehatan yang paling mahal. Penyebab kamatian keempat pada semua tingkat usia. Trauma merupakan penyebab kematian utama pada anak-anak dan orang dewasa di bawah usia 45 tahun. Biaya yang dikeluarkan untuk trauma diperkirakan lebih dari 210 juta pertahun. Ini setara dengan dua kali lipat biaya yang dikeluarkan untuk trauma, secara fisik maupun keuangan, mengharuskan perawat belajar lebih mengenai penyakit ini untuk menangani efek dan menurunkan insidennya.
Untuk triages, juga merupakan tindakan medis dalam pengkajian kritis secara cepat dan akurat terhadap pemilahan pasien sesuai keadannya dalam kasus emergency masal.
Dalam kegiatan ini terdapat seminar dan pelatihan asuhan keperawatan pada beberapa kasus yang sering ditemui di lingkungan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan dalam ruangan (indoor) dan luar ruangan (out door). Pelatihan asuhan keperawatan adalah salah satu program kerja dari HIMKAJAYA, Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), dimana adanya kegiatan ini akan dapat dijadikan sebagai sarana peningkatan ketrampilan mahasiswa ilmu keperawatan serta sebagai media untuk dapat bertukar informasi antar mahasiswa Keperawatan. Pemateri dalam kegiatan ini adalah dari dosen Keperawatan FKUB. Kegiatan ini melibatkan kurang lebih 50 peserta.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam waktu 2 hari. Pada hari pertama dilaksanakan sabtu, 2 mei 2009 dgn tema triages disaster. Untuk sesi pertama( pagi hari) dilaksanakan seminar, secara teori terhadap pengetahuan triages disaster. Sesi ini diadakan diruangan( indoor) yaitu Gedung Graha Medika FKUB. Untuk sesi selanjutnya( Siang hari) dilaksanakan simulasi/ praktik langsung oleh peserta untuk mengaplikasikan secara langsung teori yang didapatkan pada sesi pertama yang dilaksanakan di luar ruangan( out door) yaitu halaman Graha Medika FKUB. Dalam sesi kedua ini peserta akan diberikan suatu kasus, yang dikemas seriel mungkin yaitu adanya bencana gunung meletus di suatu desa, yang memakan banyak korban cedera( dalam hal ini seluruh korban diperankan oleh 32 panitia). Setelah simulasi dilakukan peserta, panitia sebagai korban, dan pemateri akan berdiskusi bersama-sama sebagai bentuk penilaian terhadap tindakan yang diberikan.
Selanjutnya pada hari kedua, minggu 3 mei 2009 dgn tema Basic Trauma life Support (BTCLS) juga diadakan dalam 2 sesi seperti hari pertama. Perbedaanya pada sesi kedua ini adalah tidak dilaksanakan diluar ruangan(out door) tapi tetap di dalam ruangan(in door) Graha Medika lantai 2. Dalam sesi kedua ini peserta akan diberikan 6 kasus dalam 6 pos yang akan bergantian menangani semua kasus. Misal adanya kasus kecelakaan, penusukan, henti jantung, dan beberapa kasus yang menyebabkan cedera yang lain. Peserta akan tetap didampingi oleh tutor sebagai pengarah tindakan yang dilaksanakan benar atau tidak.
Panitia kegiatan ini di dapatkan dari open requitment, untuk mahasiswa keperawatan FKUB angkatan 2007 dan angkatan 2008. Kegiatan ini sangat menarik minat mahasiswa keperawatan sbg adanya indikator macam peserta dari berbagai angkatan. Hal ini dapat disimpulkan dalam dalam kegiatan ini terdapat seminar dan pelatihan asuhan keperawatan yang mempunyai sifat ringan, berisi, dan umum tetapi memiliki penanganan yang kompeten seperti pada beberapa kasus yang sering ditemui di lingkungan masyarakat. Hal ini cukup menarik animo mahasiswa keperawatan dalam mengimplikasikan ilmunya. Diharapkan dengan kegiatan ini baik panitia maupun peserta lebih dapat meningkatkan mutunya baik secara kualitas maupun kuantitas praktik aplikatif, sebagai modal ketika calon ners ini terjun dalam dunia klinik atau masyarakat pada umumnya.

AMIN................

BY: PSDM HIMKAJAYA FKUB

Rabu, 13 Mei 2009

NURSING DAY
12 Mei 2009

Setahun yang lalu secara serentak seluruh perawat di Indonesia melakukan aksi simpatik guna menggoalkan RUU Keperawatan, tepatnya tanggal 12 Mei 2008. Sudah genap satu tahun masih belum ada berita yang pasti dan bentuk konkret hasil dari perjanjian akan disahkan RUU kita. Semakin tidak jelas saja pembahasan ini, ribet dan berkepanjangan.
Namun apapun yang terjadi dengan kondisi profesi keperawatan saat ini tetaplah menjadi tanggung jawab kita bersama. Rasa bangga dan peduli harus tetap ada dan tertanam kuat di dalam soul para perawat. Hal ini dapat diwujudkan dengan adanya peringatan Nursing Day tepatnya tgl 12 Mei yang merupakan hari dimana Florence Nightingale dilahirkan. Berdasarkan kesepakatan bersama tanggal ini ditetapkan dan diakui sebagai Hari Perawat Internasional. Suatu momen bersejarah yang nampaknya pada tahun 2009 ini perayaannya tidak seheboh tahun kemarin. Hal ini karena tidak ada kegiatan dari PPNI pusat, sehingga kita mahsiswa membikin suatu acara yang dikoordinasikan masing-masing daerah. Berbagai versi bentuk partisispasi mahasiswa keperawatan dalam memperingati ceremonial ini.
Khusus di daerah malang, UB sendiri membuat kesepakatan pada tanggal 12 Mei mewajibkan kepada teman-teman keperawatan untuk memaki baju putih-putih dan bagi bunga di daerah sekitar kampus Brawijaya, UMM membikin acara yang hampir sama dengan mewajibkan temen-temen perawat memakai baju putih-putih dan membawa bunga 1 tangkai untuk dibagi bareng-bareng di daerah Malang. Setidaknya dengan adanya kegiatan ini akan membuat masyarakat sadar dan mengetahui adanya profesi kita sebagai perawat…Hidup PERAWAT!!!!!!!!!

Kamis, 07 Mei 2009

Foto serasehan


Serasehan keperawatan

Hidup perawat indonesia,,,,,
Departemen Hubungan internal (HI) HIMKAJAYA punya satu program kerja yang rutin dan merupakan agenda wajib yang harus dilaksanakan oleh himkajaya. Program kerja ini adalah sarasehan keperawatan. Adapun tujuan dari sarasehan ini adalah sebagai wadah untuk menampung aspirasi mahasiswa jurusan ilmu keperawatan brawijaya dalam mengungkapkan segala apa yang dirasakan baik itu dalam hal akademik maupun non akademik. Dengan disampaikannya aspirasi dari mahasiswa diharapkan terciptanya suasana kampus yang saling terbuka, tidak ada hal yang dirahasikan sehingga mencegah kesalahan persepsi dari pihak mahasiswa terhadap pihak jurusan maupun bagian akademik. Misalnya saja, dalam sarasehan mahasiswa dapat mengungkapkan kekurangan-kekurangan mengenai fasilitas yang tersedia di jurusan keperawatan. Selain itu, mahasiswa juga dapat mengungkapkan permasalahan yang dihadapi dalam melaksanakan perkuliahan. Dalam acara ini mahasiswa klinik juga mendapat kesempatan untuk mengungkapkan permasalah klinik yang mereka hadapi. Hal ini selain dapat untuk mencari jalan keluar dari masalah tersebut juga dapat digunakan pedoman bagi mahasiswa yang lain agar masalah-masalah yang dihadapi tidak terulang lagi. Serta bagi mahasiswa non-klinik dapat memperoleh gambaran tentang kehidupan di klinik berdasarkan apa yang diungkapkan mahasiswa klinik yang hadir Selain itu acara ini juga sebagai sarana untuk mempererat tali silarurahim bagi mahasiswa dengan mahasiswa, mahasiswa dengan para dosen dan mahasiswa dengan pihak dekanat.
Dalam sarasehan keperawatan yang biasanya dilakukan 2 kali dalam satu tahun kepengurusan Himkajaya ini dihadiri oleh ketua jurusan ilmu keperawatan brawijaya dr.Subandi,M.Kes.,DAHK dan sekretaris jurusan ilmu keperawatan brawijaya Ahsan,S.Kp.,M.Kep beserta dosen-dosen keperawatan dan bagian tata usaha serta bagian umum Fakultas Kedokteran. Acara ini selalu mendapat sambutan hangat dari mahasiswa jurusan keperawaran brawijaya juga bagi pihak dekanat. Dan untuk menyukseskan berlangsungnya sarasehan keperawatan ini dibentuk panitia dengan mengadakan “open recruitment” yang diadakan satu bulan sebelum acara dilaksanakan. Misalnya saja di tahun ini kepanitiaan meliputi ankatan 2007 dan 2008.
Acara yang berlangsung kira-kira 4 jam ini berlangsung dengan diawali oleh pembacaan permaslahan permasalah dari masing masing angkatan. Kemudian dilanjutkan dengan mencari solusi mengenai masalah masalah yang diungkapkan oleh dr.Subandi,M.Kes.,DAHK selaku kepala jurusan ilmu keperawatan. Baru terahir diberi kesempatan bagi mahasiswa klinik untuk menyampaikan masalah-masalah klinik. Semuanya yang dibahas diharapkan untuk dapat terselesaikan dan memdapatkan solusi yang tepat.

Jumat, 01 Mei 2009

DATA ALUMNI

RAPAT BESAR HIMKAJAYA

Tangal 25 april 2009, bertempat di gedung Biomedik lt.2 Himkajaya mengadakan acara Rapat Besar Himkajaya. Acara ini merupakan rapat rutin yang mana sebelumnya juga pernah dilaksanakan. Inti rapat kali ini adalah penyampaian Progrest Report dari masing-masing Departemen tentang program kerjanya baik yang sudah, sedang atau akan berjalan. Selain itu acara ini juga diisi dengan audiensi tentang Ilmiki.
Dibuka oleh sie acara dengan doa pembuka, acara ini langsung dilanjutkan dengan audiensi tentang Ilmiki oleh dua delegasi dari himkajaya yang telah menghadiri Kongres V Ilmiki di makasar beberapa waktu lalu. Pada audiensi ini para delegasi menyampaikan apa saja yang telah dihasilkan dari kongres yang telah dilaksanakan. Setelah penjabaran hasil-hasil kongres, diadakan tanya jawab bagi teman-teman pengurus Himkajaya tentang hasil kongres. Para pengurus sangat aktif dalam bertanya mengenai berbagai hal seperti akan dibawa kemanakah Ilmiki nanti? Bagaimanakah kontribusi para mahasiswa keperawatan dalam mengembangkan Ilmiki? Dan lain sebagainya.
Acara selanjutnya adalah penyampaian sepatah dua buah kata oleh Ketua Himkajaya, Aulya Lydia dimana beliau menekankan pada Leadership pengurus himkajaya di tengah-tengah anggotanya. Acara dilanjutkan dengan penyampaian proges report dari masing masing departemen mulai dari departemen PSDM dan dilanjutkan oleh departemen Danus, Advokastra, Hub.Eksternal, Hub Internal dan Dept.Ilmiah secara berturut-turut.
Setelah semua departemen menyampaikan progest reportnya masing-masing acara ditutup oleh sie.acara dengan doa penutup.